Demam Blackberry
Kalau untuk urusan mobile gadget, kayaknya orang indonesia boleh bangga. Kita gak ketinggalan sama orang-orang di barat sana. Kalau yang mengikuti perkembangan berita gagdet pasti tau kalau nokia sudah dua kali merilis seri communicatornya (seri hp paling canggih punya nokia) di negara indonesia tercinta ini. Kabarnya penjualan communicator terbesar itu di indonesia. Dan para wakil rakyat merasa kurang profesional kalau belum menenteng seri communicator itu. Padahal kalau yang gue liat di tv, jarang banget dari politikus busuk itu yang benar-benar memanfaatkannya.
Sekarang jaman communicator sudah lewat. Blackberry mulai masuk dan perlahan menguasai pasar. Gue rasa nggak lama lagi sampai kita mendengar berita kalau wakil rakyat kita berbondong-bondong mengunakan blackberry. Setidaknya, deman blackberrt ini sudah menjangkit kaum muda. Nggak punya blackberry nggak gaul, itu yang pernah gue denger di radio. Seriously, apa sih kelebihan blackberry hingga segitu menjamurnya? Satu-satunya servis yang gue anggap berguna dari blacknerry itu cuma layanan push emailnya. Gue belum pernah melihat secara lansung fitur email itu, tapi dari yang gue baca, tampaknya fitur push email dari blackberry membuat kegiatan kirim terima email secara mobile menjadi sangat gampang dan nyaman. Seberapa banyak sih orang indonesia yang segitu aktifnya menggunakan email? Dari radio gue denger pengguna blackberry di indonesia (khususnya kaum muda) menggunakannya hanya untuk messenger dan, euh, facebook. Terlalu mahal gak sih untuk hal begitu doang? Handset blackberry itu mahalnya buset. Coba bandingkan lah sendiri. Bandingkan harga dengan fiturnya. Gue rasa, kecuali kirim-terima email sudah menjadi bagian penting dan utama dari hidup, blackberry belum dibutuhkan.