Kenapa ya perusahaan-perusahaan IT (terutama yang bergerak di bidang
web development) di Jakarta masih jarang yang menyediakan pilihan
remote working? Padahal, menurut saya, dengan kondisi lalu lintas
Jakarta yang sudah sangat parah, bekerja secara remote adalah
pilihan terbaik.
Orang-orang yang tinggal di pinggiran Jakarta (bodetabek) menghabiskan
1,5 - 2,5 jam setiap hari di jalan untuk berangkat dan pulang bekerja.
Jadi total menghabiskan 3 - 5 jam sehari, hanya untuk pergi dan
pulang. Parahnya lagi, lamanya perjalanan bukan karena jarak yang jauh
(tol Jakarta - Bogor saja cuma 40km, gak sampai 1 jam perjalanan),
melainkan karena kemacetan yang luar biasa. Bisa dibayangkan lelahnya
orang-orang tersebut setelah menempuh perjalanannya. Sampai di kantor,
energi untuk bekerja mungkin sudah terpakai 50%. Produktivitas bisa
dipastikan menurun.
Orang-orang yang bekerja di bidang
web development, terutama
programmer dan
designer, nggak perlu berada di kantor setiap
waktu. Mungkin cukup 1 - 2 kali seminggu untuk kpordinasi. Sekarang
jaman intenet. Semua bisa lewat internet. Komunikasi bisa lewat email,
yahoo messenger, google talk, skype,
you name it. Kolaborasi
dokumen? google docs bahkan sekarang mendukung
real time edit. Untuk
kode,
versioning system baik yang terpusat maupun terdistribusi,
bisa digunakan. Bisa dibayangkan produktivitas yang bisa tercapai
kalau 3 - 5 jam per hari itu bisa dihilangkan.
Tentunya, untuk dapat bekerja secara
remote, kita butuh koneksi
internet yang stabil. Ini sebenarnya sudah tidak terlalu masalah.
Koneksi cepat ala telkom speedy atau fastnet dari firstmedia sudah
mencakup banyak lokasi. Kalaupun itu belum ada, koneksi melalui
jaringan selular banyak tersedia. Untuk amannya, sebaiknya kita punya
lebih dari satu koneksi, untuk berjaga-jaga kalau koneksi kita mati.
Jadi, sebenarnya sih
remote working itu sangat mungkin. Sejauh yang
saya tau, perusahaan-perusahaan di luar sana banyak yang memilih model
ini demi produktivitas. Sayangnya, kebanyakan perusahaan di sini belum
siap atau belum mau. Entah kenapa.